Monday, November 03, 2008

membalap lampu merah

Cobalah jikalau kamu, pengendara sepeda motor, saat lampu merah melakukan dua hal. Pertama, berhenti belakang garis stop. Dua, berhenti saat lampu kuning menuju merah dan berjalan saat lampu benar-benar hijau. Apakah yang akan terjadi?

Jakarta yang dikenal dengan lalu lintasnya yang cukup parah, memang bukan tempat yang ramah untuk "ruang kosong" di jalan.


Arus lalin yang cukup padat, membuat banyak orang harus berlaku barbar dan melupakan cara beradab bagaimana seharusnya pengguna jalan bersikap. Kembali kesoal lampu merah, based on true story, sudah pasti kita akan di klakson sekencang-kencangnya oleh motor dan mobil (mungkin kecuali mobil mewah atau setengah mewah). Paling parah, roda belakang kita disenggol agar terus berjalan melupakan marka garis stop.

Terfikir, kalau hal tersebut adalah tindakan idiot. namun fakta lapangan menunjukkan kebenaran. Yang aku alami, kita enggak akan bisa melakukan dua hal di paragraf pertama. Repotnya, selain karena budaya primitif pengguna jalan, kesiapan marka dan lampu lalin sendiri tidak mendukung.


Pernah menjadi orang "tolol" di kawasan Kemang, saat semua kendaraan terus melaju walau lampu merah dan jalanan padahal sepi, aku tetap berhenti belakang garis stop menunggu lampu berwarna hijau.

Namun kurang dari lima menit lampu tetap saja merah. Seorang pengendara motor yang melintas mendekati motorku, "ngapain berhenti mas, lampunya mati dari kemarin". Oalaaahhh, bodohnya diriku!!

Beda lagi kejadian di perempatan maha besar Matraman, saat mencoba tertib dengan berhenti di belakang garis stop, punggungku di tepuk oleh pengendara motor lainnya untuk maju terus kedepan. Shit!


Memusingkan memang untuk taat peraturan, disaat kita ingin taat peraturan, kondisi lapangan tidak mendukung. Saat mencoba melanggar, rasanya kok malu sekali, padahal ini langkah kecil untuk mendidik diri sendiri menjadi manusia beradab.
Ini bukan akhir tulisan sebenarnya, namun aku harus mengakhirinya, karena mentri sudah datang untuk mulai jumpa pers di depkominfo. Aku sambung lagi nanti. Ciao!!!

1 tanggapan:

rachma said...

fenomena yang lu alami itu sama bikin naik pitamnya di gw.setiap hari.grrrhh.gw selalu mengumpat.dasar ga tau aturan!tau ga seh artinya marka garis solid, di belakang zebra cros di pemisah jalan!huh!bikin SIMnya nembak tuh!mau buru2 kemana seh pa!walhasil bikin jiwa di pagi hari gw ga sehat.ppffhhh..

kampungblog

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

citizen journalist

KabarIndonesia