about married
Setahun sebelum menikah, enggak pernah terfikirkan kalau hal tersebut harus aku jalani. Buatku, pernikahan adalah lembaga borjuasi, ia tak lain dari legalisasi perzinahan -meminjam istilah Ayu Utami-. Sungguh sebuah konsep yang absurd, manifestasi perasaan harus diungkapkan dengan sebuah buku kecil dan seremoni yang menghabiskan biaya.
Bukankah sama saja, bila kita tinggal bersama? jangan-jangan pernikahan tak lebih dari "kewajiban" sosial setiap individu di mata keluarga dan masyarakatnya? Agar terlihat "normal" seperti lainnya. Toh Adam dan Hawa tidak menikah.
Agar anak diakui oleh negara? Why should? BUkankah negara wajib melindungi setiap warganya, tak tercantum ia haruslah anak hasil pernikahan.
Pikiran seperti itu menggelayuti otakku. It's so great! Setelah aku alami, pernikahan tidaklah seseram dialektika yang terjadi dalam kepala ku. Pernikahan adalah sebuah keindahan, dimana kita bertemu pasangan kita every single time. Saat mata terbuka di pagi hari melihat dirinya. Masih tetap cantik, menggairahkan dan menggetarkan hati seperti awal-awal ketertarikan itu terjadi.
BUkan seperti film-film Hollywood yang selalu happy ending, pernikahan bukan sebuah akhir jejak langkah. Dan bukan jaminan bahagia selamanya. tapi, saat kau meyakinkan pasanganmu kalau kita bisa mengarungi samudera ini bersama-sama dengan oenuh kesabaran dan ketulusan, tanpa terganggu oleh persoalan alami perceraian (uang, sex dan egois), maka hidup baru kita akan lebih indah.
Dan itulah, the complicated man ini akhirnya berani mengarungi samudera tersebut. Percayalah, menjalin ikatan resmi bersama pasangan yang kita cintai, rasanya.. benar-benar hebat!!!


1 tanggapan:
lu ga sendiri kali jan yg b'fikir kaya gitu.tapi namanya belajar kan dari ga tau bahkan kadangkala salah.kalu kata gw mah p'nikahan itu tempatnya belajar.berbagi itu yang utama.suka, duka, mimpi, visi.salah satu temen gw pernah nanya "emang harus ya nikah?".menurut gw, memang hukum alam: berpasangan akan lebih stabil daripada sendiri.inget pelajaran kimia di smu dulu tentang elektronnya atom.trus dia bilang divorce kan future tensenya married maa..buat gw p'nikahan itu present continous tense.ever after(by orang yg sotoy ttg kehidupan pernikahan, hihi)
Post a Comment