Saturday, April 12, 2008

kemacetan

"Kalian tak berhak! Sungguh tak berhak!!" aku merutuk dalam hati. Mulai dari Budiarto Shambazy dengan kolomnya di Kompas, media-media lain yang menjadikan 'ketidak berhakan' itu menjadi headline. Akulah yang berhak bicara soal kemacetan. Aku yang amat merasakan. Bayangin aja, perjalanan dari Jatiwaringin menuju Slipi mencapai satu setengah jam lebih. Terlalu!

Jelas saja aku merutuk. Dibesarkan ditengah kota Jakarta yang dapat menjangkau kawasan strategis dengan cukup singkat dan cuma rasakan kepadatan lalu lintas. Catat ya, padat melaju. Bukan macet total dan padat super padat!!!

SEperti ini toh rasanya tinggal di pinggiran Jakarta. Aku jadi teringat pada tetangga yang menjual rumah besarnya lalu hasil penjualan itu di bagi-bagi sebagai warisan pada anak-anaknya. Tetangga satunya lagi, jual rumah lalu pindah ke BPU (Bekasi Paling Ujuuuuuuung). Ini mah bukan pinggiran kota. Tapi daerah pinggiran kota yang terpinggirkan dari peta kawasan paling pinggiran kota.

Bagaimana akan mencapai harmoni kehidupan kalau pergi beraktivitas saja harus mulai pukul 5 pagi lebih dan pulang ke rumah jam 9 malam lebih atau kurang. Kehidupan seks pun pasti akan mengalami ketimpangan. Kualitas sperma pun akan menurun drastis.

Kembali ke topik awal, kemacetan adalah masalah utama kota besar. Ini bukan terjadi karena pertumbuhan motor yang super duper pesat. yang memenuhi jalan-jalan kota toh, kendaraan roda empat. MOtor 'hanya' menambah keruwetan karena "elastisitas" bentuknya. Angkutan umum memberikan sentuhan akhir dengan berhenti sembarangan serta mengancam nyawa pengendara lain, termasuk pedestrian.

Solusinya? Belajar sabar atau keselamatan terancam.

Tulisan ini belum habis, karena lamunanku baru saja buyar oleh celetukan teman yang baru saja mendengar keluh kesahku. "Loe baru segitu aja. Rumah gue di Depok ujung. Kebayang khan gue lewat mana pulang pergi," ujarnya santai.

Pfff, kayaknya aku yang harus belajar santai ketimbang berantem melulu di jalan.

0 tanggapan:

kampungblog

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

citizen journalist

KabarIndonesia