Tuesday, September 22, 2009

Anti-ISA Rally (1st August 09)

foto rafzan ramli
Selengkapnya...

Friday, August 14, 2009

orangtua bunuh anak

Anjrit!! Iki gilooo iki...

MUlyadi, bocah 10 tahun yang biasa ngamen di kemayoran, tewas membusuk setelah dianiaya kedua orang tuanya.

Jenazah bocah cilik itu ditemukan dengan kondisi membusuk di kamar kontrakan yang disewa 350 ribu per bulan di daerah kebon kosong, kemayoran, jakarta pusat.
Mulyadi tinggal di kamar sempit tersebut bersama kedua orangtuanya. Bapaknya MUlyadi adalah sopir bajaj yang nyambi jadi pengamen dan ibunya pengamen.

Tetangga mereka bilang korban sering di pukuli. Saat ditemukan jenazahnya, pintu tergembok dari luar dan orang tuanya pergi begitu saja.

kampret ortu kayak gitu.
Selengkapnya...

Konser musik interaktif

Ide gila Musisi beken Inggris, David Bryne, patut ditiru. Ia menggelar konser musik interaktif yang melibatkan penonton. Penonton juga ikut maen musik di konser?

Vokalis Talking Heads ini merancang sebuah istrumen keyboard yang memiliki banyak kabel pada bagian belakang dan tersambung dengan konser musik. Jadi siapa aja bisa ikutan maen keyboard tanpa canggung.

Aneh, tapi keren..
Selengkapnya...

pembunuhan atas nama rating

Cara yang dilakukan Souza benar-benar tak patut ditiru oleh anchor tv di mana pun. Demi menaikkan rating program acara kriminalnya, ia melakukan serangkaian pembunuhan.

Souza/ pembawa acara program kriminal di sebuah stasiun tv di Brazil menjadi tersangka atas beberapa pembunuhan berencana di sekitar Amazon. hal tersebut dilakukannya agar rating program acaranya dapat mengalahkan rivalnya di tv lain dan meningkatkan jumlah penonton.

Selain Souza, anaknya -Rafael- pun turut di tangkap atas lima pembunuhan. Setelah pembunuhan dilakukan, ia lalu menyuruh kru televisi datang sebelum aparat kepolisian. Walhasil, ia didakwa dengan pembunuhan berencana,perdagangan narkoba dan kepemilikan senjata ilegal.

*source, kilas dunia2*


Selengkapnya...

Thursday, August 13, 2009

Resensi: Swordless Samurai

LAHIR sebagai anak petani miskin, bertampang jelek, pendek, tanpa status dan tak mendapat pendidikan memadai, mungkin bagi sebagian besar orang seperti ditimpa "kutukan". Pasalnya, nyaris tak ada kelebihan yang dapat dibanggakan untuk menatap masa depan. Tapi kutukan seperti itu tidak membuat Hideyoshi meratap sedih. Meski ia lahir di Jepang abad ke-16 pada zaman perang antar-klan (masa kekacauan) yang menuntut orang lihai bermain pedang,..

sehingga tak membuka peluang Hideyoshi memiliki tempat bertahan hidup, apalagi berkarier bisa jadi pemimpin besar, tetapi Hideyoshi bisa membalik semua kesialan itu menjadi keberuntungan.

Hideyoshi bisa menjahit takdir kemiskinan menjadi kemujuran. Ia tak menjadikan kekurangan itu menentukan jalan hidupnya. Ia terus memupuk semangat untuk jadi pemimpin dengan mengandalkan otak daripada tubuh, akal daripada senjata, strategi dan logistik daripada tombak. Tidak mustahil jika seiring perjalanan waktu, ia mampu menapaki hidup dari petualang menjadi pemegang kedaulatan tertinggi Jepang sebagai wakil kaisar. Lalu, apa rahasia yang dipraktekan anak petani miskin yang dijuluki "monyet" itu sehingga bisa sukses?

Dalam buku The Swordless Samurai; Kebijakan Kepemimpinan Legenda Jepang Abad Keenam Belas Toyotomi Hideyoshi, Kitami Masao --dengan cara bertutur mewakili tokoh Hideyoshi-- mengungkapkan, "Keberhasilanku dalam meraih kepemimpinan dibangun atas dasar-dasar yang terdengar lumrah seperti pengabdian, penghargaan, kerja keras dan tindakan tegas" (hal. 5). Memang, dasar-dasar itu begitu sederhana. Tapi Hideyoshi menjalankan prinsip hidup itu melampaui kewajaran. Ia bekerja tiga kali lebih keras, mengabdi tiga kali lebih setia, memberi penghargaan tiga kali lebih tinggi, dan juga bertindak keras pada diri sendiri lebih dari orang lain. Maka, ia berhasil menjadi pemimpin.

Lahir sebagai anak petani miskin di Nakamura propinsi Owari, sebenarnya Hideyoshi sungguh dilahirkan dalam keadaan tidak beruntung. Ayahnya meninggal ketika ia berumur tujuh tahun, lantas ibunya menikah lagi (dengan seorang petani). Sewaktu kecil, ia tergolong nakal dan benci sekolah. Maka para biksu angkat tangan dan mengembalikan Hideyoshi pulang ke rumah. Saat ibunya memintanya untuk meninggalkan rumah guna mencari kerjaan, Hideyoshi selalu dipecat dan pulang lagi ke rumah. Padahal, di rumah ia selalu bertengkar dengan ayah tirinya.

Ketika ia berusia usia lima belas tahun, ia meninggalkan rumah dan berjanji kepada ibunya bawah ia tak akan pulang sebelum berhasil meraih apa yang dia impikan. Dia berpetualang, tidur di jalanan, dan kerap kelaparan; jadi pedagang jarum keliling, menjalani pekerjaan rendahan. Setelah lelah menggelandang, Hideyoshi sempat ikut klan Matshushita sebelum mengabdi Lord Nobunaga. Awal mengabdi pada Nobunaga, ia jadi pelayan pembawa sandal tapi hal itu tak mengurangi pengabdiannya. Apalagi -di mata Hideyoshi- Nobunaga adalah pemimpin yang luar biasa dan memiliki visi ke depan.

Kerja keras, pengabdian dan kesetiaan yang diukir Hideyoshi lambat laun membuahkan hasil. Ia menapaki jabatan; dari pembawa sandal jadi pengelola kayu bakar. Setelah dia berhasil mengubah kemustahilan menjadi kenyataan saat ia memenuhi tantangan membangun benteng Kiyoshi, dia pun naik jabatan jadi prajurit. Lalu, ketika dia kembali berhasil membangun benteng Sunomata, dan berhasil menyusun strategi perang yang bisa mengalahkan beberapa lawan, ia diangkat jadi jendral.

Karier Hideyoshi melesat cepat dan ia memiliki jiwa memimpin. Bahkan dia berhasil menjadi pemimpin saat krisis. Ketika Nobunaga meninggal dibunuh Mitsuhide, dia mengobarkan semangat untuk menuntut balas. Tak cuma di situ, ketika Nabukatsu dan Nobutaka --anak kedua dan ketiga Nobunaga, tapi dari selir-- saling berebut kekuasaan, Hideyoshi menengahi perselisihan (meski pun pada sisi lain; untuk menyelamatkan dirinya) dengan mengangkat Samboshi, cucu Nobunaga dari (putra mahkota) Nobutada yang ikut meninggal bersama Nobunaga. Karena Samboshi masih bayi, maka Hideyoshi menjadi wali.

Hidoyoshi kemudian meneruskan perjuangan Nobunaga, menyatukan Jepang dan kemudian menjadi wakil kaisar. Ia meraih jabatan tertinggi dimulai dari bawah tak mengandalkan silsilah, melainkan otak dan kerja keras. Tapi tak ada manusia yang sempurna. Setelah jadi wakil kaisar, dia terlena; sombong, lupa diri. Setelah Jepang damai, ia tidak bisa mengendalikan diri untuk mengekang obsesi menggempur Korea dan China.

Ditulis Kitami Masao dalam bentuk pengakuan (dengan gaya bertutur; "aku" Hideyoshi), buku ini mengungkap cukup adil riwayat hidup Hideyoshi. Tak salah, jika buku ini tak hanya mengisahkan setumpuk prestasi dan keberhasilan Hideyoshi, melainkan juga setumpuk kegagalan setelah ia meraih jabatan. Dilengkapi dengan setumpuk data; berupa lembaran surat, dokumen dan penelitian para ahli sejarah, penulis menjamin; bahwa buku ini mendekati akurat di tengah-tengah mitos yang melingkupi kepemimpinan Hideyoshi.

Lebih dari itu, buku ini menawarkan setumpuk prinsip juga rahasia hidup yang dapat digali dari perjuangan Hideyoshi dalam menapaki karier menjadi wakil kaisar. Maklum, karena buku ini tak hanya sekedar cerita tentang keberhasilan Hideyoshi melainkan juga berisi prinsip, rahasia sukses dan kebijakan politik "sang pemimpin besar" yang dicatat oleh sejarah. Dengan prinsip-prinsip itu tentu pembaca bisa merengkuh pelajaran berharga dari kebijakan-kebijakan politik Hideyoshi.

Apalagi, buku ini terbit dalam edisi Indonesia pada saat yang tepat. banyak elite politik yang haus kekuasaan untuk jadi pemimpin dan pejabat, Seperti caleg serta capres menjelang pemilu 2009. Karena itu, buku ini bisa jadi semacam panduan untuk para pemimpin. Sebab dari kepemimpinan Hidoyoshi, terpantul rasa empati pada rakyat yang bisa jadi pelecut bagi elite politik di negeri ini untuk tidak mengesampingkan kepercayaan yang diberikan oleh rakyat. Pasalnya di balik riwayat hidup Hideyoshi, penulis menuturkan beberapa nasehat, petuah bahkan kebijakan politik yang digali dari setiap lembaran hidup yang pernah ditapaki Hideyoshi. ***

*) N. Mursidi, blogger buku terbaik dalam Pesta Buku Jakarta 2008
Selengkapnya...

Friday, July 31, 2009

CHINESE GOVERNMENT SCHOLARSHIP-UNIVERSITY POSTGRADUATE STUDY PROGRAM 2009-2010 (S2,S3)

Source:

http://scholarshiponline.info/chinese-government-scholarship-university-postgraduate-study-program-2009-2010/

==========================

Chinese Government Scholarship-University Postgraduate Study Program is established by the Ministry of Education of China (hereinafter referred to as MOE) aiming to offer support in building international high level universities, and promote Chinese higher education brand. The enrollment is directly managed by a part of Chinese higher institutions. MOE entrusts China Scholarship Council (hereinafter referred to as CSC) to keep the enrollment record and carry out the routine management.

Categories of Applicants and Duration of Scholarship
Categories of Applicants Duration of Scholarship
Master’s Degree Students 2-3 academic years
Doctor’s Degree Students 3-4 academic years

Note:

1. In principle, the courses will be taught in Chinese. Scholarship students are required to take one-year remedial Chinese language course and pass the examinations prior to the major study if their Chinese language level is not qualified. If students take one-year Chinese language course, the duration of the scholarship will be extended for one year.

2. Some courses can be taught in English.

3. Duration for scholarship specified at the time of admission can NOT be extended in principle.

Application

The applicants shall apply to Chinese higher institutions undertaking this program within the set period. The application period is from January to April. Applicants may refer to relevant Chinese higher institutions websites or CSC website (http:// www.csc.edu.cn/Lianhua/) for details.

Eligibility

1. Applicants must be non-Chinese citizens in good health.

2. Applicants are not studying in Chinese universities.

3. Education background and age limit:

* Applicants for master degree studies must have bachelor’s degree and be under the age of 35.
* Applicants for Doctoral degree studies must have master’s degree and be under the age of 40.

Details of the Scholarship

1. Full scholarship:

* Exempt from registration fee, tuition fee, fee for laboratory experiment, fee for internship, fee for basic learning materials and accommodation on campus;
* Living allowance;
* One-off settlement subsidy after registration;
* Fee for outpatient medical service, Comprehensive Medical Insurance and Benefit Plan for International Students in China.

Note: 1) Costs of the laboratory experiment or internship that beyond the university’s arrangements should be afforded by the student himself.

2) Fee for basic learning materials covers the necessary learning materials prescribed by the host institution, and other materials shall be self afforded.

3) Monthly living allowance is paid to the students by the host institution at the following rates (CNY Yuan per month):

* Master degree students: CNY 1,700 Yuan
* Doctoral degree students: CNY 2,000 Yuan

Scholarship students shall get their monthly living allowance from the date of registration. New students who register before 15th (15th included) of the registration month will get the full amount of the living allowance of that month, and those who register after 15th will get half amount. The graduates will be given a living allowance for another 15 days after the graduation time set by the university. The allowance will be terminated from the next month after students suspend their studies, drop school or complete schooling from the university. Monthly living allowance covers school holidays. Scholarship students who do not get the monthly living allowance during holidays can get that upon return on campus. The allowance will be suspended for one month if students do not register on time without permission from the university in advance, leave for non-health reasons or are absent from the university over a month.

Students who have to suspend their studies because of serious diseases should go back to the home country and pay for the international trip by themselves. With the university’s approval, the scholarship status can be reserved for at most one year, and their living allowances will be suspended at the same time. The scholarship will be terminated for those who suspend their studies for other reasons.

4) New students will get one-off settlement subsidy upon arrival in China.

* CNY 1,000 Yuan for new students who will study in China up to six months
* CNY 1,500 Yuan for new students who will study in China for one academic year or more

5) Fee for outpatient medical service refers to the outpatient expense in the institution’s hospital or the hospitals appointed by the institution. The students should pay for a certain percentage of expense in accordance with the institution’s relevant regulations.

6) Comprehensive Medical Insurance and Benefit Plan for International Students in China is provided by MOE for the scholarship students in China against hospitalizing for serious diseases and accidental injuries. The institutions or the appointed medical assistance agency provide advancement service for insurance expenses, and claim for compensation with relevant payment receipts from the insurance company according to the stipulated insurance articles. The claim of individual student will not be accepted by the insurance company.

7) International travel expenses: self-afforded.

Application Materials

The applicants must fill in and provide the following materials truly and correctly (in duplicate).

1. Application Form for Chinese Government Scholarship (printed by CSC), filled in Chinese or in English. It can be downloaded from CSC website (www.csc.edu.cn).

2. Highest diploma (notarized photocopy). If applicants are university students or already employed, they shall also provide studying certificates or employment documents. Documents in languages other than Chinese or English must be attached with notarized translations in Chinese or English.

3. Transcripts (notarized photocopy). Transcripts in languages other than Chinese or English must be attached with notarized translations in Chinese or English.

4. A study or research plan in Chinese or in English (no less than 800 words).

5. Two letters of recommendation in Chinese or English by professors or associate professors.

6. Applicants for music are requested to submit one CD recording of the applicants’ own work. Applicants for fine arts must submit one CD recording of the applicants’ own work (including two sketches, two color paintings and two other works).

7. Photocopy of Foreigner Physical Examination Form (printed by Chinese quarantine authority and only for those whose period of studies in China lasts up to six months) filled in English. The medical examinations must cover all the items listed in the Foreigner Physical Examination Form. Incomplete records or those without the signature of the attending physician, the official stamp of the hospital or a sealed photograph of the applicants are invalid. The medical examination results are valid for 6 months. All applicants are kindly requested to take this factor into consideration while determining the time to take the medical examination.

The above materials should directly reach Chinese higher institutions undertaking this program by March 31th 2009. Individual applications will not be accepted by CSC.

Approval and Notification

1. Chinese higher institutions will review the application materials and decide on the list of accepted students.

2. Chinese higher institutions are supposed to send photocopies of the application materials including Application Form for Chinese Government Scholarship, highest diploma, and Foreigner Physical Examination Form and List of Accepted Students, Admission Notice and Visa Application Form for Study In China (JW201) to CSC by May 31, 2009.

3. CSC will review and file the enrollment results and issue Visa Application Form for Study In China (JW201).

4. CSC will send the Final List of Accepted Students, Admission Notice and Visa Application Form for Study In China (JW201) to Chinese higher institutions by July 31, 2009, who will forward the documents to the students.

5. Scholarship students’ affairs shall be managed according to relevant regulations of Chinese Government Scholarship. Students are not allowed to change their institutions. In principle, students are not permitted to change their academic programs, or the duration of study specified in the Admission Notice.

Contact China Scholarship Council

Tel: 0086-10-66093917 66093918

E-mail: jwang@csc.edu.cn lchen@csc.edu.cn

Fax: 0086-10-66093915

Web: http:// www.csc.edu.cn/Lianhua/

Address: Level 13, Building A3, No.9 Chegongzhuang Avenue, Beijing 100044, P. R. China Selengkapnya...

Monday, July 20, 2009

Where is it

No talk, just see it.. rakata isle..


Selengkapnya...

Sunday, July 12, 2009

Jadi istri..

Suatu hari pasangan suami(S) istri(I) bertengkar
S: "Aduh..pulang kantor ini saya capek sekali nih ....!"
I: "Emangnya kamu aja yang capek ..! Aku di rumah juga capek...!"

Pada malam hari menjelang tidur sang suami mohon kepada Tuhan.
S: "Ya..Tuhan yg Maha Kuasa aku lelah/bosen nih...jadi suami kerja di kantor..
Aku mohon jadikanlah aku sbg istriku dan istriku ubahlah jadi aku (laki-laki).

Tuhan: ..tersenyum

Esoknya permohonan sang suami dikabulkan.. dia berubah jadi istrinya.
Subuh dia bangun menyiapkan makanan utk suaminya(sang istri).
Lalu menyetrika baju utk suami dan anaknya, kemudian memandikan anak-anak.
Jam 6:30 memakaikan pakaian anaknya untuk sekolah. Setelah suami dan
anaknya berangkat, dia mencuci baju hari itu, lalu menjemurnya, kemudian
dia pergi ke pasar utk belanja, tak terasa jam sudah pukul 11 siang dia
harus menjemput anaknya.
Jam 1 siang di beri makan anaknya dengan nasi bungkus yang dibeli.
Selesai makan dia mengangkat pakaian yang di jemurnya lalu dia menyetrika
sampai jam 4 sore. Tak terasa..dia belum masak untuk suaminya.
Jam 4 dia mulai masak sambil nonton tv telenovela.
Jam 5 dia mandikan anaknya.
Jam 6 dia mandi.
Jam 7 dia nonton TV sambil menunggu sang suami. Setelah suaminya pulang
makan dan tidur lelap, istri(si suami) berdoa:

S: "Ya ..Tuhan yg Maha Pengampun... ampunilah aku.."Aku tidak tau apa yg
aku minta..mohon kembalikan aku seperti sediakala

Tuhan: :) tersenyum saja....."Baiklah akan saya kabulkan..tapi. . "

S: "Tapi apa...?

Tuhan: "*Tapi kamu harus nunggu 9 bulan lagi..karena tadi malem kamu positif (hamil)"*

S: *"Oooh ooohh........tobat. .9 bulan lagi.!!!*

**Emang enak jadi Istri!!!* Selengkapnya...

Sunday, June 07, 2009

resensi: Nothing but the truth

Segala pekerjaan memiliki skala resiko tersendiri, termasuk menjadi jurnalis. Terlebih bila harus berhadapan dengan kekuasaan, baik politik mau pun modal.

Nothing but the truth menceritakan kisah seorang jurnalis yang akhirnya harus mendekam dalam penjara selama beberapa tahun akibat memegang kode etik pekerjaannya, merahasiakan nara sumber.

Dikisahkan seorang jurnalis politik bernama Rachel Armstrong (Kate Beckinsale) yang harus mendekam di balik jeruji besi karena tekadnya merahasiakan nara sumber.

Awalnya, Rachel menulis sebuah artikel yang mengungkap skandal yang dilakukan pemerintahan AS. Dalam tulisan tersebut Rachel mau tak mau harus menyingkap identitas seorang agen CIA yang sedang dalam tugas penyamaran yang akhirnya malah membuat geger para petinggi CIA dan menempatkan Rachel dalam masalah besar.

Rachel kemudian di tangkap dan diminta mengungkap identitas sumber yang memberi informasi mengenai kasus tersebut. Rachel yang merasa itu sudah bertentangan dengan kode etik pekerjaannya menolak keras dan lebih memilih berada dalam tahanan demi profesionalisme yang ia junjung selama ini.

Ia harus membayar mahal atas prinsipnya tersebut. Selain di penjara, ia harus berpisah dengan sang suami dan kehilangan hak asuh atas anaknya.

Editor atasannya, mulai tak sabar dan mengatakan para pemegang saham tak rela jika korannya harus bangkrut karena kasus ini.

Rachel tetap bersikukuh.

Terlepas dari segala prinsip yang dipegangnya, ada kegalauan yang tak diungkapkan Rachel mengenai sumber rahasianya. Inilah dilemanya. Bila ia beberkan sumber tersebut, maka namanya akan hancur. Bukan karena ia membocorkan sang sumber. Karena ia mendapatkan sumber sensitif itu dari bocah, anak si agen CIA, yang secara lugu bercerita mengenai aktivitas ibunya.

Film ini layak di tonton, terutama oleh kalangan jurnalis. Selengkapnya...

yahoo!answer

kampungblog

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

tanya

Clustrmaps

statistik pengunjung

citizen journalist

KabarIndonesia

gigablast

technot music

Add to Technorati Favorites

whatever

Add to Technorati Favorites